IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN BALITA PENDEK (STUNTING)

Ratna Roesardhyati, Dedi Kurniawan

Abstract


Stunting pada balita sejak golden periods anak perlu menjadi perhatian khusus yang nantinya dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak. Balita stunting memiliki risiko mengalami penurunan kemampuan intelektual, produktivitas, dan peningkatan risiko menderita penyakit degeneratif di masa mendatang. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor–faktor yang mempengaruhi stunting. Case Control Study with Comparison Group dengan purposive samplingmerupakan pendekatan yang didunakan pada penelitian ini. Responden dibagi dalam kelompok kasus (n=60) yang merupakan ibu dengan anak stunting dan kelompok kontrol (n=60) yang merupakan ibu dengan anak tidak stunting (normal). Kedua kelompok dilakukan penilaian observasi dan studi dokumentasi yang selanjutnya dianalisa menggunakan uji regresi logistik binear. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari analisa statistik lima variabel yaitu tinggi badan ibu, tingkat pendidikan ibu, pemberian ASI eksklusif, berat badan lahir balita dan pemberian MPASI, diketahui bahwa terdapat tiga variabel yang memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian stunting: tingkat pendidikan ibu (p= 0,004 OR=10,7), pemberian ASI eksklusif (p= 0,003 OR=7,8) dan berat badan lahir balita (p= 0,028 OR=4,5). Secara statistic, faktor tingkat pendidikan ibu menjadi faktor paling dominan hubungannya dengan kejadian stunting yang secara berurutan disusul oleh faktor pemberian ASI eksklusif dan berat badan lahir balita. Berdasarkan hal tersebut, penting bagi perawat dan tenaga kesehatan lain untuk meningkatkan pengetahuan Ibu tentang pola asuh anak, pemberian ASI ekslusif dan pemenuhan kebutuhan nutrisi Ibu hamil untuk mencegah berat badan lahir balita rendah, sehingga hal tersebut menjadi upaya pencegahan terjadinya stunting.

Kata Kunci :stunting, status gizi, ASI eksklusif, tumbuh kembang.

Full Text:

PDF (142-149)

References


Abizari Abdul-Razak. 2017. The effect of maternal and child factors on stunting, among children under-5 years in Nigeria: A multilevel analysis. Nigeria: BMC

Aridiyah, F.A., Rohmawati, N., & Ririanty, M.. 2015. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3 (1): 163-170

Aryastami, N. K., Shankar, A., Kusumawardani, N., Besral, B., Jahari, A. B., & Achadi, E. 2017. Low birth weight was the most dominant predictor associated with stunting among children aged 12–23 months in Indonesia. BMC Nutrition, 3, 16. https://doi. org/10.1186/s40795-017-0130-x

Badan Pusat Statistik. 2017. Statistik Kesejahteraan Rakyat Tahun 2017. Jakarta.

Burt Thomas, and Renzaho Andre M.N. 2017. Stunting and severe stunting

Cameron, L., Olivia, S., Shah, M., 2019. Scaling-up sanitation: evidence from an RCT in Indonesia. J. Dev. Econ. 138 (May), 1–16.

Damayanti RA, Muniroh L, Farapti. 2016. Perbedaan tingkat kecukupan zat gizi dan riwayat pemberian ASI eksklusif pada balita stunting dan non stunting. Media Gizi Indonesia. 11(1):61-9.

De Onis, M. & Branca, F. 2016. Childhood stunting: A global perspective. Matern. Child Nutr. 12, 12–26.

De Onis, M., Dewey, K. G., Borghi, E., Onyango, A. W., Bl¨ossner, M., Daelmans, B., & Branca, F. 2013. The world Health Organization’s global target for reducing childhood stunting by 2025: Rationale and proposed actions. Maternal & Child Nutrition, 9, 6–26. https://doi.org/10.1111/mcn.12075

Hindrawati N, Rusdiarti. 2018. Gambaran riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. JKAKJ. 2(1):1-7.

Humphrey, J.H., Mbuya, M.N., Ntozini, R., Moulton, L.H., Stoltzfus, R.J., Tavengwa, N. V., Chasokela, C.M., 2019. Independent and combined effects of improved water, sanitation, and hygiene, and improved complementary feeding, on child stunting and anaemia in rural Zimbabwe: a cluster-randomised trial. Lancet Glob. Health 7 (1), e132–e147.

Kemenkes RI. 2017. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016. Pusat Data dan Informasi:Jakarta.

Kemenkes. Buletin Stunting. Kementeri. Kesehat. Republik Indonesia. 301, 1163–1178 (2018).

Kementerian Kesehatan RI. 2018. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Jakarta.

Laksono, A. D., Ibad, M., Mursita, A., Kusrini, I. & Wulandari, R. D. 2019. Characteristics of mother as predictors of stunting in toddler. Pakistan J. Nutr. 18, 1101–1106.

Laksono, A.D & Megatsari, H. 2020. Determinan Balita Stunting di Jawa Timur: Analisis Data Pemantauan Status Gizi 2017. Amerta Nutr.109-115 110 DOI: 10.2473/amnt.v4i2.2020.109-115

Lisa Camerona, Claire Chaseb, Sabrina Haquec, George Josephb, Rebekah Pintob, Qiao Wang. 2021. Childhood stunting and cognitive effects of water and sanitation in Indonesia. Economics and Human Biology. 40 (2021) 100944

Mugianti, S., Mulyadi, A., Anam, A.K., & Najah, Z.L. 2018. Faktor penyebab anak Stunting usia 25-60 bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Jurnal Ners dan Kebidanan, 5(3): 268–278

Provinsi Jawa Timur, D. K. 2019. Profil Kesehatan Jawa Timur 2018. 100.

Rahmad AHAL, Miko A. 2016. Kajian stunting pada anak balita berdasarkan pola asuh dan pendapatan keluarga di Kota Banda Aceh. Banda Aceh. Jurnal Kesmas Indonesia. (2):63-79.

Rahman, M. S., Howlader, T., Masud, M. S., & Rahman, M. L. 2016. Association of low-birth weight with malnutrition in children under five years in Bangladesh: do mother’s education, socio-economic status, and birth interval matter? PloS one 11, e0157814. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0157814.

Rosmalina Y, Luciasari E, Aditianti, Ernawati F. 2018. Upaya pencegahan dan penanggulangan batita stunting: systematic review. Jurnal Gizi Indonesia. 41(1):1-14.

Setiawan, E., Machmud, R., & Masrul. 2018. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas. 7(2): 275-284

Vaozia S, Nuryanto. 2016. Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun (studi di Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan). Journal of Nutrition College. 5(4):314-20.

WHO Multicentre Growth Reference Study Group, de Onis, M.. 2006. Assessment of differences in linear growth among populations in the WHO Multicentre Growth Reference Study. Acta Paediatrica, 95, 56–65.




DOI: http://dx.doi.org/10.36053/mesencephalon.v6i2.276

Refbacks

  • There are currently no refbacks.