HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA RW II PUSKESMAS KEDUNGKANDANG KOTA MALANG

Ahmad Assiddiqy

Abstract


Poor sleep quality can change the stress hormone cortisol and the sympathetic nervous system so that it can increase blood pressure in the elderly. The purpose of this study was to determine the relationship of sleep quality with blood pressure in the elderly at PosyanduLansia RW II Kedungkandang Health Center, Malang. The study design used a correlational design with a cross sectional approach. The population of the study was 158 people, the determination using purposive sampling so that the research sample was 32 respondents. To determine the correlation of data collection techniques using a questionnaire. Data analysis method used is the spearmen rank test obtained p value = 0.001, <0.050 so that Ho is rejected, meaning that there is a relationship between sleep quality and blood pressure in the elderly in the Posyandu Elderly RW II Kedungkandang Health Center Malang. Poor sleep quality can change the stress hormone cortisol and the sympathetic nervous system, resulting in an increase in blood pressure. The results of the analysis found that most 18 (56.2%) respondents experienced poor sleep quality in the elderly and most 19 (59.4%) respondents had hypertension blood pressure between 140/90 mmHg to <160/90 mmHg in the elderly. From this study it is expected that the elderly need to get enough sleep for  6 hours to reduce blood pressure. The next researcher is expected to be able to relate the factors that affect sleep quality with blood pressure and the importance of the elderly's participation in Posyandu.

 

Keywords: sleep quality, elderly, blood pressure

 

Abstrak : Kualitas tidur yang buruk dapat mengubah hormone stress kortisol dan system saraf simpatik sehingga bias meningkatkan tekanan darah pada lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia di Posyandu Lansia RW II Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 158 orang, penentuan menggunakan purposive sampling sehingga sampel penelitian sebanyak 32 responden.Untuk mengetahui korelasi teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearmen rank didapatkan nilai p = 0,001 < 0,050 sehingga Ho ditolak, artinya ada hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia di Posyandu Lansia RW II Puskesmas Kedung kandang Kota Malang. Kualitas tidur yang buruk dapat mengubah hormon stress kortisol dan system syaraf simpatik, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah. Hasil analisis didapatkan sebagian besar 18 (56,2%) responden mengalami kualitas tidur buruk pada lansia dan sebagian besar 19 (59,4%) responden memiliki tekanan darah hipertensi antara140/90 mmHg sampai< 160/90 mmHg pada lansia.  Dari penelitian ini diharapkan lansia perlu mencukupi tidur malam > 6 jam guna menurunkan tekanan darah. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menghubungkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur dengan tekanan darah serta pentingnya keikutsertaan lansia keposyandu.

 

Kata Kunci: Kualitas Tidur, Lansia, Tekanan Darah.


Full Text:

PDF (Hlm 62 - 68)


DOI: http://dx.doi.org/10.36053/mesencephalon.v6i1.199

Refbacks

  • There are currently no refbacks.