HUBUNGAN ANTARA TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG

Anggraini Dwi Kurnia, Nikmatus Sholikhah

Abstract


Cardiovascular disease is important public health problem because of high morbidity and mortality rate. Reviewed from financial aspect, due to high of duration of treatment, the cost, and supporting investigation of disease. Not only those, but also depends on initial treatment of disease. One of the way to control risk factors of heart disease (cardiovascular) is performing regular physical activity. The purpose of this study is to know relationship between physical activity with and depression level in patients with heart disease. Cross sectional study design, the population is patient with heart disease who attended cardiovascular outpatient clinic, sample includes 20 respondents was taken with accidental sampling for 1 week. IPAQ-HDRS questionnaire used as research instrument. Statistical test used Spearman Rank P <0.05. The results showed correlation value of -0.522 and significance value of P 0.018.There was a correlation between physical activity and depression level as negative correlation strength, that higher physical activity level had lower depression level in patien with heart disease, and vice versa. There is a relationship be There is a relationship between physical activity and depression level in patient with heart disease in cardiovascular outpatient clinic.

 

Keywords: Patients with Heart Disease, depression, physical activity

 

Abstrak : Penyakit jantung (kardiovaskuler)merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi.Ditinjau dari segi pembiayaan, akibat waktu perawatan biaya pengobatan penyakit jantung, serta pemeriksaan penunjangnya tentu tidak sedikit.Belum lagi keberhasilan pengobatan sangat bergantung kepada kecepatan penanganan penyakit. Salah satu cara untuk mengendalikan faktor faktor resiko terjadinya penyakit jantung (kardiovaskuler) adalah melakukan aktifitas fisik secara rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat depresi pada penderita penyakit jantung.Desain penelitian cross sectional, populasi penderita penyakit jantung di poli jantung, besar sampel 20 responden diambil dengan accidental sampling selama 1 minggu. Instrument penelitian menggunakan kuesioner IPAQ-HDRS. Uji Statistik menggunakan Spearman Rank P<0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi -0,522 dan nilai signifikansi P 0,018. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat depresi dengan kekuatan korelasi negatif, artinya semakin tinggi aktivitas fisik maka semakin rendah tingkat depresi pada penderita penyakit jantung, dan sebaliknya.Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat depresi pada penderita penyakit jantung.

 

Kata Kunci :Penderita Penyakit Jantung , depresi, aktivitas fisik.

Full Text:

PDF (Hlm 25 - 30)

References


Depkes RI. (2007). Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Gray, H. H., Dawkins, K. D., Simpson, I. A., & Morgan, J. M. (2003). Lecture Notes Kardiologi Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.

Gustad, L. T., Laugsand, L. E., Janszky, I., Dalen, H., & Bjerkeset, O. (2014). Symptoms of anxiety and depression and risk of acute myocardial infarction: The HUNT 2 study. European Heart Journal, 35(21), 1394–1403. https://doi.org/10.1093/eurheartj/eht387

International Physical Activity Questionnaire. (2005). Guidelines for Data Processing and Analysis of the International Physical Activity Questionnaire ( IPAQ ) – Short and Long Forms, revised on November 2005. Ipaq. https://doi.org/10.1107/S1600536812034848

Hamilton M. A rating scale for depression. J Neurol Neurosurg Psychiatry 1960; 23:56–62

Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. https://doi.org/1 Desember 2013

Kurniawan, B. (2013). Hubungan Antara Aktivitas Fisik dengan Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Werdha Budi Luhur, Bantul. Retrieved from http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?act=view&buku_id=62385&mod=penelitian_detail⊂=PenelitianDetail&typ=html

Maslim, R. (2001). Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ III. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya.

Newhouse, A., & Jiang, W. (2014). Heart failure and depression. Heart Failure Clinics. https://doi.org/10.1016/j.hfc.2013.10.004

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nuraeni, A. N., & Mirwanti, R. (2017). Hubungan cemas dan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK). MEDISAINS, 15(1), 10–16. https://doi.org/10.30595/medisains.v15i1.1621

Taylor, R. W., Murdoch, L., Carter, P., Gerrard, D. F., Williams, S. M., & Taylor, B. J. (2009). Longitudinal study of physical activity and inactivity in preschoolers: The flame study. Medicine and Science in Sports and Exercise, 41(1), 96–102. https://doi.org/10.1249/MSS.0b013e3181849d81

Welis, W., & Rifki, M. S. (2013). Gizi untuk Aktifitas Fisik dan Kebugaran. Padang: Sukabina Press.

World Health Organization. (2010). Global recommendations on physical activity for health. Geneva: WHO Press.

World Health Organization. (2012). World Health Statistics 2012. Geneva: WHO Press.

World Health Organization (2019). Global Strategy on Diet, Physical Activity and Health. Website: https://www.who.int/dietphysicalactivity/pa/en/




DOI: http://dx.doi.org/10.36053/mesencephalon.v6i1.188

Refbacks

  • There are currently no refbacks.