HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPARAHAN PMS DENGAN TINGKAT KECEMASAN DAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA PUTRI

Henny Dwi Susanti, Reni Ilmiasih, Ari Arvianti

Abstract


Abstract : Pre Menstrual Syndrome (PMS) is a collection of physical symptoms, psychological, and emotions associated with the woman's menstrual cycle and consistently occur during the luteal phase of the menstrual cycle due to hormonal changes associated with the current cycle of ovulation (release of eggs from the ovary) and menstruation. Some of the complaints were felt during PMS, such as headache, back pain, breast pain, sleep disorders, and more than a few complaints can cause anxiety in women with PMS. This research was conducted observational analytic with cross sectional method. levels of anxiety and sleep quality in adolescent girls (as dependent variable). The sample used in this research were 30 students. Total sampling is a sampling technique in which the number of samples is equal to the population. there is a significant correlation between the severity of PMS with the level of anxiety. A positive correlation coefficient indicates that the relationship between the severity of PMS with anxiety levels. The more severe or severe PMS level, the level of anxiety is also heavier. Conversely, the mild severity of PMS, the anxiety level is also lighter. There is a significant correlation between the severity of PMS with the quality of sleep.

Keywords : severity PMS, level of anxiety, quality sleep, adult

 

Abstrak : Pre Menstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita dan secara konsisten terjadi selama tahap luteal dari siklus menstruasi akibat perubahan hormonal  yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan menstruasi. Beberapa keluhan yang dirasakan saat PMS yaitu sakit kepala, sakit punggung, nyeri pada payudara, gangguan tidur, dan lain-lain.Akibat dari beberapa keluhan yang dirasakantersebut dapat menimbulkan kecemasan pada wanita yang mengalami PMS. Penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada remaja putri (sebagai variabel dependen). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 siswi. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan PMS dengan tingkat kecemasan. Koefisien korelasi yang positif menunjukkan bahwa hubungan antara tingkat keparahan PMS dengan tingkat kecemasan. Semakin parah atau berat tingkat PMS, maka tingkat kecemasan juga semakin berat. Sebaliknya, semakin ringan tingkat keparahan PMS, maka tingkat kecemasan juga semakin ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan PMS dengan kualitas tidur.

Kata kunci : tingkat keparahan,PMS, tingkat kecemasan, kualitas tidur, remaja.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Al – Mighwar, M.(2007).PsikologiRemaja (PetunjukBagi Guru dan Orang Tua). Bandung :PustakaSetia.

Aloysius S, Sukirman, &Kamilati N.(2007).IPA 2A Semester PertamaEdisiPertama.Jakarta :Yudhistira

Anggrajani&Muhdi.(2011). KorelasiFaktorRisikodenganDerajatKeparahan

Premenstrual Syndrome padaDokterPerempuan.IlmuKedokteranJiwa. FK UNAIR.

Baker, F. C., Kahan, T. L., Thinder, J., &Colrain, I. M. (2007). Sleep Quality and The Sleep Electroencephalogram in Women with Severe Premenstrual Syndrome. Sleep in Severe Premenstrual Syndrome, 30(10),1283 – 1291).

Firoozi, R., Kafi, M., Salehi, I., &Shirmohammadi, M. (2012).The Relationship between Severity of Premenstrual Syndrome and Psychiatric Symtoms.Iran Journal Psychiatry, 7,36-40.

Gracia M., Wangsa B., Agung N., & Sidharta M.V. (2011). Pengaruh Sindroma Premenstruasi Terhadap Gangguan Tidur Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma jaya. Jurnal. Damianus Journal of Medicine. Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Vol. 10 No. 2 hal 7-80.

Hidayat.A.A. (2007).MetodePenelitianKeperawatandanTekhnikAnalisa Data. Jakarta: SalembaMedika

Ichikawa, K., Matsui, T., & Fukazawa, S. (2008). The Relationship of Sleep Duration and Mental Health with Electrocardiographic Findings : A Retrospective-Cohort Study in Okinawa, Japan. Environ Health Preventif Medication.

Indusekhar R., S.B, Usman & S, O’Brien. (2007). Psychological Aspects of Premenstruasl Syndrome. Best Praktice and Research Clinical Obtretics and Gynaecology. Vol. 21 ,No. 2. pp. 207-220

Kanieta Y., Yokoyama E.,HaranoS.,TamakiT.,Suzuki H.,MunezawaT.,Nakajima H.,Asai T., &Ohida T.(2009). Associations between Sleep Disturbance and Mental Health Status: A longitudinal Study of Japanese Junior High School Students.Sleep Medicine. Volume 10( 7),780–786.

Kathleen, M., Lustyk, B., &Gerrish, W. G. (2010). Premenstrual Syndrome and Premenstrual DysphoricDisorder : Issues of Quality of Life, Stress and Exercise. Springer Science+Busines Media LLC, 1951 – 1975.

Laili&Dewi.(2014). TingkatKecemasanRemajaPutridalamMenghadapi Premenstrual Syndrome di SMP 2 SookoMojokerto.Jurnal.

Lebourgeous, M.E., Giannoti, F. Wolson., A.R. Hash, J. (2007). The Relationship Between Reported Sleep Hygiene In Italian And American Adolscents.. Pediatric. Vol.115 No. 1.

Nasir, A., &Muhid, A. (2011).Dasar – dasarKeperawatanJiwa.PengantardanTeori. (1ed.). Jakarta: SalembaMedika.

Perez-Lopez, F.R, Chendraui, P., Perez-Roncero, G., Lopez-Baena, M. T., &Cuaddros-Lopez, J. L. (2009). Premenstrual Syndrome and Premenstrual DysphoricDisorder : Symptoms and Cluster Influences. The Open Psychiatry Journal, 3, 47-57.

Presti&Puspitosari.(2010). HubunganPre Menstrual Syndromedengan Tingkat KecemasanpadaRemaja.Jurnal. UniversitasMuhammadiyah Yogyakarta.

Ratikasari I. (2015). Faktor – faktor yang BerhubungandenganSindormPramenstruasi (PMS) padaSiswi SMA 112 Jakarta Tahun 2015. Skripsi. FakultasIlmuKedokterandanKesehatanMasyarakat.UniversitasNegeriSyarifHidayatullah Jakarta.

Rocha, F. E., Lima, J., Pinho, N. J., &Montarroyos, U. (2011).Essential Fatty Acids for Premenstrual Syndrome and Their Effect on Prolactin and Total Study.Reprod Health, 8(2).

Roth, T. (2008).Insomnia and Sleep – Related Disorder.Psychiatric Annals, 38, 575 – 577.

Rusfiana A. &Rodiani.(2016). Hubungan Premenstrual Syndrome (PMS) terhadapFaktorPsikologispadaRemaja.Jurnal Vol. 5, no.1(19).Universitas Lampung.

Schule, C., Northdurfer, C., & Rupprecht R. (2014). The role of allopregnanolone in depression and anxiety. Progress in Neurobiology. Vol. 112:79-87

Singal A. A. (2013). Tingkat KecemasanpadaMahasiswi yang MengalamiSindromPremenstruasi di AsramaLili. Jurnal. UniversitasAdvent Indonesia Bandung.

Wahyuni. (2014). Gambaran Sindroma Pramenstruasi dari Gejala Emosional dan Fisik Pada Siswi SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Jurnal vol.11. STIKES Aisyiyah Surakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.36053/mesencephalon.v3i1.32

Refbacks

  • There are currently no refbacks.